Advertising

Sorry, the offer is not available,
but you can perform a new search or explore similar offers:

Advocacy, Planning, And Resource Diversification Consultant

Position Title: Advocacy, Planning, and Resource Diversification Consultant The USAID Tuberculosis Private Sector (TBPS) project supports private sector hea...


From Family Health International 360 - Aceh

Published a month ago

Project Assistant For Research/Policy, Training And Communications

Project Description The Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) is globally headquartered within the Economics Department at MIT. J-PAL Southeast Asia...


From J-Pal Sea - Aceh

Published a month ago

Junior Gis Analyst

Yayasan Inobu is one of Indonesia’s youngest & most exciting research institutes in the field of environment & rural production systems. Our approach, ground...


From Yayasan Inobu - Aceh

Published a month ago

Behavior Change Officer – Stop (Pasuruan)

SYSTEMIQ, along with our partners, has built a bold, outcomes-driven program that measurably reduces ocean plastic pollution where it matters most. However, ...


From Systemiq - Aceh

Published a month ago

Konsultan Studi Mekanisasi Pada Usaha Pertanian Padi, Palawija Dan Hortikultura Di Wilayah Program Power 2

Advertising
Advertising
Konsultan Studi Mekanisasi Pada Usaha Pertanian Padi, Palawija Dan Hortikultura Di Wilayah Program Power 2
Company:

Mercy Corps Indonesia


Advertising

Konsultan Studi Mekanisasi Pada Usaha Pertanian Padi, Palawija Dan Hortikultura Di Wilayah Program Power 2

Advertising

Details of the offer

Penggunaan mesin pertanian atau proses mekanisasi pertanian merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan efisiensi usaha tani serta peningkatan produktivitas pertanian. Dengan penggunaan alat dan mesin pertanian, maka diharapkan daya kerja manusia dalam proses produksi pertanian menjadi lebih meningkat. Sehingga diharapkan mekanisasi pertanian dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja manusia. Penerapan mekanisasi pertanian yang juga menjadi upaya dalam modernisasi pertanian telah banyak memberikan dampak positif. Beberapa dampak yang terlihat diantaranya adalah dampak penghematan tenaga kerja hingga 80%, dampak penghematan biaya produksi hingga 40%, dampak penurunan kehilangan hasil dari 20% hingga menjadi 10%, dampak peningkatan produksi tanaman hingga 20%, serta dampak kontribusi pada perekonomian negara melalui penghematan devisa negara (Sulaiman AA. et al. 2018).

Pada program POWER Mercy Corps Indonesia, beberapa petani sudah diberikan pengetahuan tentang mekanisasi pertanian. Namun tidak dipungkiri, masih banyak petani yang belum mengenal tentang apa itu mekanisasi pertanian khususnya penggunaan dan pemanfaatan traktor roda empat (
) terutama pada usaha pertanian padi, palawija dan hortikultura. Maka dari itu, diperlukan studi untuk mengidentifikasi sampai sejauh mana pemahaman petani tentang penggunaan teknologi mekanisasi pada usaha pertanian mereka khususnya traktor empat roda (
), bagaimana pemanfaatannya, sejauh mana kebutuhan petani pada teknologi mekanisasi ini, hingga kendala-kendala apa saja yang dihadapi petani dalam mengakses dan menerapkan teknologi mekanisasi tersebut. Sehingga pada akhirnya, akan muncul rekomendasi terhadap program tentang bagaimana skema yang harus diterapkan agar petani dan kelompok tani dapat dengan mudah mendapatkan akses baik itu berupa informasi, ketersediaan, pembiayaan, hingga akses dalam pemanfaatan teknologi mekanisasi traktor 4 roda dalam usaha pertanian.

Sebagai bagian dari implementasi program, Program POWER 2.0 saat ini mencari konsultan yang akan melakukan studi tentang tantangan dan peluang adopsi teknologi mekanisasi traktor 4 roda (
) pada usaha pertanian padi, palawija dan hortikultura di 4 wilayah kerja Program POWER 2, diantaranya : Humbang Hasundutan (Sumatera Utara); Banyuwangi (Jawa Timur); Gowa dan Sidrap (Sulawesi Selatan).

Konsultan melakukan studi di wilayah program POWER 2.0 dilaksanakan sehingga akan dihasilkan laporan akhir hasil studi dengan standar publikasi ilmiah yang berisikan tentang :

Lokasi Studi akan dilakukan terfokus pada 3 propinsi wilayah kerja program POWER 2 yaitu :
Jawa Timur (Kabupaten Banyuwangi); Sumatera Utara (Kabupaten Humbang Hasundutan); dan Sulawesi Selatan (Kabupaten Sidrap dan Gowa).

Konsultan akan mulai melakukan studi dari tanggal 15 Juni hingga 13 Agustus 2021

Program Manager POWER 2.0

Program Manager POWER 2.0, Program Officer POWER 2.0, GAP dan Advisory Services Program Officer POWER 2, MEL Officer POWER 2.0 dan District Coordinator program POWER 2.0 (Sumatera Utara, Banyuwangi dan Sulawesi Selatan).

Konsultan studi setidaknya memenuhi kualifikasi seperti dibawah ini :

Lembaga/individu yang memenuhi kualifikasi dapat mengirimkan CV dan proposal ke
sebelum tanggal 4 Juni 2021.


Source: Devjobsindo_Org

Requirements

Advertising

Built at: 2021-07-29T05:48:19.145Z